PKKMB Universitas PGRI Pontianak Resmi Ditutup, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Karakter Mahasiswa

Foto. Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin didampingi Rektor, Muhammad Firdaus mendatangi mahasiswa baru usai menutup secara simbolis kegiatan PKKMB 2026. Borneobarat.com/BB

Pontianak, Borneobarat.com – Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas PGRI Pontianak resmi ditutup, setelah berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 3 sampai dengan 6 Oktober 2026.

Pada upacara penutupan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, perwakilan Polresta Pontianak, serta jajaran Kodim 1201 Pontianak.

Rektor Universitas PGRI Pontianak Muhammad Firdaus menyambut kehadiran sejumlah unsur pemerintahan dan aparat tersebut dalam kegiatan penutupan PKKMB.

“Terimakasih atas kehadiran bapak Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin dan perwakilan Polresta Pontianak serta Kodim 1201 Pontianak pada penutupan PKKMB ini,” kata Firdaus.

Sementara itu, dalam sambutannya, Satarudin menilai pelaksanaan PKKMB Universitas PGRI Pontianak membekali mahasiswa baru dengan berbagai materi, mulai dari wawasan kebangsaan hingga pemanfaatan teknologi.

PKKMB tahun ini mengusung tema ‘Membentuk Mahasiswa Cerdas, Berkarakter, Inovatif, dan Berdaya Saing Global Menuju Kampus Berdampak’.

“Kegiatan ini bukan sekadar pengenalan lingkungan kampus. Materi yang disusun sangat efektif memperkuat nasionalisme sekaligus membangun karakter mahasiswa sejak awal. Menggabungkan nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dengan edukasi antikorupsi, antinarkoba, antiterorisme, serta literasi kecerdasan buatan adalah langkah tepat dan strategis,” ujar Satarudin.

Menurutnya, wawasan kebangsaan menjadi salah satu aspek penting yang perlu dikenalkan kepada mahasiswa sejak awal memasuki lingkungan perguruan tinggi.

Ia juga berharap, tahun depan UPGRI Pontianak dapat menambah jumlah calon mahasiswa baru.

“Saya berharap tahun depan, khusus kepada pak Rektor agar bisa menambah jumlah calon mahasiswa kita, walau sudah cukup banyak tahun ini, sebanyak 1291 mahasiswa, saya harap kedepanya bisa ditambah,” ungkapnya.

Satarudin juga menekankan bahwa, menjadi mahasiswa artinya menjadi pemimpin diri sendiri sebelum memimpin masyarakat.

“Universitas PGRI Pontianak di bawah kepemimpinan Bapak Rektor Muhammad Firdaus telah menanamkan hal tersebut dengan baik. Ini adalah investasi sumber daya manusia yang nyata bagi kemajuan Kota Pontianak dan Kalimantan Barat secara keseluruhan,” pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan Polresta Pontianak juga menyampaikan pentingnya pemahaman hukum, ketertiban, serta upaya pencegahan berbagai bentuk penyimpangan di kalangan mahasiswa.

Perwakilan Kodim 1201 Pontianak juga menekankan pentingnya kesadaran mahasiswa dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain wawasan kebangsaan, rangkaian PKKMB Universitas PGRI Pontianak juga membekali mahasiswa dengan materi terkait ketahanan mental, pencegahan kekerasan, literasi keuangan, pola pikir berkembang, serta pemanfaatan kecerdasan buatan.

Penutupan PKKMB tersebut menjadi bagian akhir dari rangkaian kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru sebelum memasuki aktivitas perkuliahan di Universitas PGRI Pontianak.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan