Dua Pekan Salurkan Air Bersih, Pemprov Kalbar Siapkan Distribusi Berkelanjutan
Pontianak, Borneobarat.com, – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan pola distribusi air bersih yang lebih terarah untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan selama musim kemarau.
Upaya tersebut dilakukan Pemprov Kalbar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar.
Kepala Dinas PUPR Kalbar Iskandar Zulkarnain mengatakan distribusi air bersih telah dilakukan selama sekitar dua pekan dan akan dilanjutkan selama masyarakat masih membutuhkan pasokan air.
“Untuk hari ini sebenarnya sudah beberapa minggu kita distribusi air bersih. Ini sudah kurang lebih dua mingguan,” kata Zul saat ditemui di salah satu lokasi distribusi air bersih di Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak, Minggu (13/9/2026).
Menurut Iskandar, selama pelaksanaan distribusi, sekitar tujuh tangki air berkapasitas 8.000 liter telah disalurkan kepada masyarakat di sejumlah titik.
Pada distribusi Minggu, tiga titik di Kota Pontianak mendapatkan pasokan air bersih. Masing-masing titik menerima 8.000 liter air, yakni kawasan Nata Kusuma, Marta Dinata, dan Masjid Nurul Jannah di Jalan Kom Yos Sudarso.
Zul kemudian mengatakan bahwa, distribusi air bersih merupakan hasil kolaborasi antarperangkat daerah. Dinas PUPR menyalurkan dua tangki berkapasitas masing-masing 8.000 liter, sedangkan Perkim menyalurkan satu tangki dengan kapasitas yang sama.
“Ini kerja sama Perkim dan PU. PU dua kali 8.000 liter, Perkim satu kali 8.000 liter. Maksud kita ini terus berlanjut sampai kondisi cuaca, minimal ada hujan,” ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan bantuan, Pemprov Kalbar kini melakukan pemetaan terhadap lokasi yang membutuhkan pasokan air bersih. Pemetaan tersebut ditujukan agar distribusi dapat dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan tidak hanya bersifat situasional.
“Nanti kita coba petakan titik-titik distribusi air bersih. Setelah kita rapatkan, kita akan melaksanakan distribusi secara kontinu,” jelas Zul.
Ia mengatakan pemerintah juga akan mengoptimalkan dukungan tanggap darurat agar masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih dapat tetap terlayani.
“Sekiranya dari bantuan tanggap darurat juga kita kondisikan hal itu, biar masyarakat secara merata dapat air bersih,” katanya.
Selain Kota Pontianak, bantuan air bersih juga disalurkan ke wilayah Kabupaten Kubu Raya melalui kerja sama dengan Karang Taruna. Sebelumnya, sebanyak 8.000 liter air telah disalurkan di salah satu titik di Kubu Raya dan distribusi kembali dilakukan pada Minggu.
“Melalui kerja sama dengan Karang Taruna, Karang Taruna yang menjaga,” ungkapnya.
Menurutnya, penanganan dampak kemarau membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah provinsi tidak dapat bekerja sendiri sehingga kolaborasi dengan organisasi dan elemen masyarakat diperlukan untuk memperluas jangkauan bantuan.
Sejumlah organisasi, seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Pramuka dan, Karang Taruna juga turut berpartisipasi dalam membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan air bersih akibat kondisi kemarau.
“Semua elemen hadir untuk berpartisipasi. Jadi semuanya bergerak, semuanya berpartisipasi secara spontanitas dan kondisi,” tutupnya.



