Purna Tugas Setelah 34 Tahun Mengabdi, Sidig Handanu: Pengabdian Tidak Berhenti Saat Pensiun

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Bapperida Kota Pontianak Sidig Handanu yang telah memasuki purna tugas.

PONTIANAK,- Setelah lebih dari tiga dekade mengabdikan diri sebagai aparatur sipil negara (ASN), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak, Sidig Handanu, resmi memasuki masa purna tugas pada 31 Mei 2026. Namun bagi dirinya, pensiun bukanlah akhir dari perjalanan pengabdian kepada masyarakat.

Pria yang telah menghabiskan 34 tahun dalam dunia birokrasi itu memandang masa pensiun sebagai bagian alami dari perjalanan hidup yang harus diterima dengan penuh rasa syukur dan kesiapan. Menurutnya, setiap manusia memiliki batas usia dan setiap pengabdian dalam pemerintahan juga memiliki masa yang telah ditentukan.

“Sudah menjadi sunnahtullah bahwa manusia dibatasi oleh usia. Dalam kepegawaian negeri juga ada batas usia pensiun. Jadi ini sesuatu yang biasa dan memang harus dijalani,” ujarnya usai mengikuti apel pelepasan purna tugas di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, Selasa (2/6/2026).

Meski demikian, Sidig mengakui bahwa memasuki masa pensiun tetap memerlukan kesiapan, terutama secara mental. Setelah bertahun-tahun terbiasa dengan aktivitas pemerintahan yang padat dan dinamis, dirinya kini bersiap menjalani fase baru kehidupan dengan tetap menjaga semangat untuk berkarya dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Ia berharap masa purna tugas tidak membuatnya berhenti beraktivitas. Sebaliknya, ia ingin terus terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan atas doa dari kawan-kawan semua, saya bisa menjalani masa pensiun ini dengan baik dan tetap bisa beraktivitas. Kalau sebelumnya di bidang pemerintahan, mudah-mudahan ke depan masih bisa beraktivitas di sektor lain, seperti sosial maupun keagamaan,” tuturnya.

Perjalanan panjang Sidig sebagai ASN dimulai pada tahun 1992. Kariernya diawali di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Sintang. Selama kurang lebih dua dekade, ia menjalankan tugas di berbagai daerah, mulai dari Nanga Serawai, Kota Baru, Nanga Mau, Nanga Sepauk hingga Nanga Pinoh.

Dari sekian banyak pengalaman yang dilalui, masa penugasan di wilayah terpencil Nanga Serawai menjadi salah satu kenangan yang paling membekas dalam perjalanan kariernya. Di daerah tersebut, ia belajar banyak tentang arti pelayanan publik yang sesungguhnya, terutama dalam memahami kebutuhan masyarakat pedesaan yang memiliki tantangan berbeda dibandingkan masyarakat perkotaan.

“Ketika saya pertama bertugas di daerah yang sangat terpencil di Kabupaten Sintang, yaitu di Nanga Serawai, itu menjadi pengalaman yang sangat membekas. Di sana saya banyak belajar dari masyarakat, terutama bagaimana memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah perdesaan,” kenangnya.

Pada 2012, Sidig melanjutkan pengabdian di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. Selama 14 tahun bertugas di ibu kota Provinsi Kalimantan Barat tersebut, berbagai pengalaman penting mewarnai perjalanan kariernya. Namun salah satu periode yang paling menantang adalah saat pandemi COVID-19 melanda.

Ketika pandemi terjadi, Sidig dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Situasi yang penuh ketidakpastian saat itu menuntut seluruh jajaran pemerintah bekerja ekstra dalam menghadapi krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurutnya, pandemi COVID-19 merupakan salah satu peristiwa besar yang sangat langka dan menjadi ujian berat bagi seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah. Meski demikian, ia bersyukur masa sulit tersebut dapat dilalui bersama melalui kerja sama dan koordinasi yang baik.

“Karena COVID-19 ini merupakan peristiwa yang sangat langka, bahkan disebut terjadi dalam kurun seratus tahun sekali dan menjadi wabah dunia. Alhamdulillah kita bisa melewati masa sulit itu bersama-sama,” ungkapnya.

Menjelang akhir masa pengabdiannya, Sidig juga memegang peran penting dalam proses perencanaan pembangunan Kota Pontianak. Saat dipercaya memimpin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang kini bernama Bapperida sejak 1 Juli 2022, ia terlibat dalam penyusunan berbagai dokumen strategis pembangunan jangka panjang daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Pontianak 2025–2045 yang berjalan beriringan dengan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Bagi Sidig, dokumen tersebut memiliki arti penting karena menjadi panduan arah pembangunan kota untuk masa depan.

Di penghujung masa tugasnya, Sidig juga menitipkan pesan kepada generasi ASN yang akan melanjutkan estafet pengabdian. Ia membagikan tiga prinsip yang selama ini menjadi pegangan dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Prinsip pertama adalah memiliki rasa ikut memiliki terhadap organisasi tempat bekerja atau yang dikenal dalam falsafah Jawa sebagai melu handarbeni. Kedua, menjaga dan membela organisasi dalam hal-hal yang benar atau melu hangrungkebi. Sedangkan prinsip ketiga adalah selalu melakukan introspeksi sebelum memberikan kritik maupun masukan, yang dikenal dengan istilah mulat sarira hangrasa wani.

“Bahwa kita harus ikut memiliki, ikut menjaga dan membela organisasi, tentu dalam hal yang benar. Kemudian kita juga wajib memberikan masukan, tetapi sebelum itu kita perlu melihat diri sendiri terlebih dahulu—apakah kita sudah mampu menjalankan hal yang kita sampaikan tersebut atau belum,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi kepada para ASN yang memasuki masa purna tugas. Menurutnya, prosesi pelepasan yang dilakukan melalui apel resmi merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun kepada pemerintah dan masyarakat.

Ia berharap para ASN yang telah menyelesaikan masa tugas tetap diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta terus menjaga kepedulian terhadap perkembangan Kota Pontianak.

“Mudah-mudahan beliau-beliau senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta tetap peduli terhadap Kota Pontianak, karena bagaimanapun juga mereka merupakan bagian dari keluarga besar Kota Pontianak,” lanjutnya.

Terkait posisi yang ditinggalkan dan saat ini masih diisi oleh pelaksana tugas, Edi menjelaskan bahwa proses pengisian jabatan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, baik melalui mekanisme job fit maupun seleksi terbuka.

Bagi Sidig Handanu, perjalanan selama 34 tahun sebagai ASN telah memberikan banyak pelajaran dan pengalaman berharga. Dari wilayah terpencil di pedalaman Kalimantan Barat hingga posisi strategis dalam perencanaan pembangunan Kota Pontianak, seluruh perjalanan itu menjadi bagian dari pengabdian yang tidak hanya meninggalkan jejak dalam birokrasi, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat yang pernah ia layani.

Kini, meski masa tugas formal telah berakhir, semangat untuk terus memberi manfaat tetap menyala. Sebab bagi Sidig, pengabdian sejatinya tidak mengenal batas jabatan maupun usia, melainkan terus berlanjut dalam berbagai bentuk selama masih dapat memberikan kebaikan bagi sesama.

Iklan