BPS Kalbar: Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Kalimantan Barat Melonjak 90,13 Persen pada Mei 2026

Dok. Kepala BPS Kalimantan Barat, Muh Saichudin/Rumah Jurnalis Pontianak

PONTIANAK, – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat lonjakan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kalimantan Barat pada Mei 2026. Jumlah kunjungan wisman mencapai 14.754 kunjungan, meningkat 90,13 persen dibandingkan April 2026.

Secara tahunan (year on year), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kalimantan Barat juga mengalami kenaikan sebesar 34,52 persen. Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Kalimantan Barat, Muh Saichudin, dalam rilis resmi pada Kamis (2/7/2026).

Saichudin menjelaskan, peningkatan kunjungan wisatawan dipengaruhi oleh adanya libur panjang dan cuti bersama pada Mei 2026, termasuk momentum libur Kenaikan Yesus Kristus dan Hari Raya Iduladha.

“Selain adanya long weekend dan cuti bersama, peningkatan kunjungan juga didorong penyelenggaraan event internasional di Pontianak, salah satunya pertandingan bola voli yang diikuti peserta dari Iran, Jepang, Korea Selatan, dan Thailand,” ujarnya.

Menurutnya, mayoritas wisatawan mancanegara memasuki wilayah Kalimantan Barat melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Selanjutnya, pintu masuk terbanyak berasal dari PLBN Aruk dan Bandara Internasional Supadio Pontianak.

Berdasarkan negara asal, wisatawan asal Malaysia masih mendominasi dengan kontribusi 83,23 persen dari total kunjungan. Posisi berikutnya ditempati wisatawan asal Tiongkok dan Brunei Darussalam.

Tidak hanya kunjungan wisatawan mancanegara, BPS Kalbar juga mencatat peningkatan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus). Pada Mei 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 1.195.248 perjalanan, atau naik 1,43 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Saichudin mengatakan, peningkatan perjalanan wisatawan nusantara dipengaruhi faktor yang sama, yakni libur panjang, penyelenggaraan berbagai event internasional, serta sejumlah pertemuan dan konvensi berskala nasional yang digelar di Kota Pontianak.

“Tiga daerah tujuan utama wisatawan nusantara di Kalimantan Barat masih didominasi Kota Pontianak dengan pangsa 23 persen atau sebanyak 269.098 perjalanan. Selanjutnya Kabupaten Kubu Raya sebesar 16,47 persen dan Kota Singkawang sebesar 11,05 persen,” jelasnya.

Meningkatnya aktivitas wisata juga berdampak positif terhadap tingkat hunian hotel di Kalimantan Barat. BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Mei 2026 meningkat 2,50 poin dibandingkan April 2026, sementara hotel nonbintang naik 1,42 poin.

Secara tahunan, TPK hotel berbintang mengalami pertumbuhan 5,83 poin, sedangkan hotel nonbintang meningkat 1,10 poin, menunjukkan tren positif sektor pariwisata dan perhotelan di Kalimantan Barat.

Iklan