Ledakan Tabung LPG Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Coffee Shop Butu di Pontianak
PONTIANAK,- Kebakaran yang diduga dipicu ledakan tabung gas LPG terjadi di Coffee Shop Butu, Jalan Gajah Mada Nomor 46, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan beberapa orang mengalami luka-luka, dua di antaranya menderita luka bakar serius.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Inayatun Nurhasanah, mengatakan pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan adanya kebakaran dan melakukan pengamanan di tempat kejadian perkara (TKP).
” Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh ledakan tabung gas LPG saat proses penggantian tabung di ruang produksi Coffee Shop Butu. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan para saksi,” ujar AKP Inayatun Nurhasanah.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika seorang petugas datang untuk mengganti tabung gas LPG di area dapur atau ruang produksi. Menurut keterangan sejumlah saksi, tabung gas yang sedang digunakan sebenarnya masih berisi dan masih dapat dipakai.
Meski sempat diminta untuk menunda penggantian tabung, petugas tetap melakukan proses pergantian. Beberapa saat setelah tabung baru terpasang, terdengar suara desisan yang diduga berasal dari kebocoran gas. Tidak lama kemudian terjadi ledakan disertai semburan api yang cukup besar hingga menghanguskan sebagian ruang produksi.
Ledakan tersebut juga menyebabkan pecahan kaca di sejumlah bagian bangunan berhamburan dan melukai karyawan maupun pelanggan yang berada di dalam coffee shop.
Lima korban yang mengalami luka kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Kharitas Bhakti untuk mendapatkan penanganan medis.
Dua korban mengalami luka bakar cukup serius, yakni seorang karyawan berinisial Virza Muhendra (23) yang mengalami luka bakar pada wajah, bahu kiri, serta kedua tangan. Sementara seorang petugas pengganti tabung gas berinisial Aris (23) mengalami luka bakar pada wajah, kedua tangan hingga kaki.
Selain itu, seorang staf manajemen berinisial Nandini (21) mengalami luka robek akibat terkena pecahan kaca. Dua pelanggan, yakni Safira Angreyni (27) dan Afifah (18), juga mengalami luka akibat serpihan kaca dan benturan saat berusaha menyelamatkan diri.
AKP Inayatun Nurhasanah menjelaskan, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis, sementara kondisi dua korban yang mengalami luka bakar cukup parah masih memerlukan perawatan lebih lanjut.
” Dari lima korban, dua orang mengalami luka bakar cukup serius pada bagian wajah dan lengan serta mengalami syok. Seluruh korban telah dibawa ke Rumah Sakit Kharitas Bhakti untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya.
Tak lama setelah ledakan terjadi, belasan unit pemadam kebakaran dari berbagai instansi dan relawan tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 11.30 WIB.
Hingga kini, nilai kerugian material akibat kebakaran tersebut masih dalam proses pendataan dan belum dapat dipastikan.
Polisi juga masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti guna mengetahui penyebab pasti ledakan yang memicu kebakaran di Coffee Shop Butu tersebut.


