Turnamen Voli Rasau Jaya Jadi Ajang Seleksi Atlet Potensial, Diikuti 24 Klub dari Berbagai Wilayah
KUBU RAYA,- Turnamen Bola Voli Rasau Jaya yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi pembinaan olahraga bola voli di Kabupaten Kubu Raya.
Selain menghadirkan persaingan antarklub, kompetisi tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana menjaring atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan untuk menghadapi berbagai ajang kejuaraan di masa mendatang.
Turnamen yang berlangsung meriah itu secara resmi dibuka oleh Ketua Caretaker Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Kubu Raya, H. Sahrudin, SE. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus PBVSI Provinsi Kalimantan Barat, perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kubu Raya, pemerintah desa setempat, unsur kepolisian, tokoh masyarakat, serta ratusan pencinta olahraga bola voli.
Dalam sambutannya, Sahrudin menegaskan bahwa penyelenggaraan turnamen tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi menjadi bagian dari strategi pembinaan olahraga yang berkelanjutan untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta muda berbakat di daerah.
Menurutnya, keberadaan kompetisi yang rutin sangat penting untuk melihat secara langsung kemampuan para atlet, terutama generasi muda yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi pemain berprestasi.
“Melalui turnamen ini kita ingin melihat langsung potensi atlet-atlet muda yang dimiliki Kubu Raya. PBVSI akan terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan agar lahir atlet-atlet voli yang mampu bersaing di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional,” ujar Sahrudin.
Selain fokus pada pembinaan atlet, Sahrudin mengungkapkan bahwa dirinya juga memiliki tugas untuk melakukan pembenahan organisasi selama menjabat sebagai Ketua Caretaker PBVSI Kabupaten Kubu Raya. Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah penataan administrasi seluruh klub bola voli yang ada di wilayah tersebut.
Ia menilai keberadaan data dan legalitas klub yang tertib akan memudahkan proses pembinaan serta pengembangan atlet. Dengan administrasi yang lebih terstruktur, program-program pembinaan dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan efektif.
“Kita ingin seluruh klub bola voli di Kubu Raya memiliki administrasi yang tertata dengan baik. Dengan data yang jelas, pembinaan atlet akan lebih terarah dan program pengembangan olahraga bisa berjalan maksimal,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan turnamen terlihat dari tingginya jumlah peserta yang ambil bagian. Ketua Panitia Turnamen, Abdul Hakim, menyebut kompetisi tahun ini diikuti oleh 24 klub yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya.
Menurutnya, turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antarpecinta olahraga bola voli sekaligus membuka peluang bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan pengurus PBVSI.
“Turnamen Bola Voli Rasau Jaya tahun ini diikuti oleh 24 klub dari berbagai wilayah. Selain menjadi ajang kompetisi dan silaturahmi, turnamen ini juga menjadi wadah untuk menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya akan diseleksi oleh panitia bekerja sama dengan PBVSI Kabupaten Kubu Raya,” kata Abdul Hakim.
Ia berharap dari kompetisi tersebut akan muncul pemain-pemain muda yang memiliki kualitas dan layak mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Atlet-atlet yang terpantau memiliki kemampuan menonjol nantinya berpeluang menjadi bagian dari program pembinaan PBVSI Kabupaten Kubu Raya.
“Harapan kami, turnamen ini tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menghasilkan atlet-atlet berkualitas yang dapat dibina lebih lanjut untuk mewakili Kubu Raya dalam berbagai kejuaraan,” ujarnya.
Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen juga datang dari KONI Kabupaten Kubu Raya. Perwakilan pengurus KONI, Rajali, mengapresiasi langkah PBVSI yang terus aktif menghadirkan kompetisi sebagai bagian dari proses pembinaan olahraga prestasi di daerah.
Menurutnya, kompetisi merupakan sarana paling efektif untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menemukan talenta-talenta baru yang dapat dipersiapkan menghadapi kejuaraan di berbagai tingkatan.
“KONI Kabupaten Kubu Raya mengapresiasi langkah PBVSI yang terus aktif melakukan pembinaan melalui turnamen seperti ini. Kompetisi merupakan sarana terbaik untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menjaring talenta-talenta muda yang nantinya dapat dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan,” ujar Rajali.
Ia menambahkan bahwa kemajuan olahraga daerah membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari organisasi cabang olahraga, pemerintah daerah, KONI, hingga masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, pembinaan atlet dapat berjalan secara berkesinambungan dan menghasilkan prestasi yang membanggakan.
“Kami berharap dari turnamen ini lahir atlet-atlet voli yang tidak hanya mampu berprestasi di tingkat kabupaten, tetapi juga bisa membawa nama Kubu Raya dan Kalimantan Barat di tingkat yang lebih tinggi. Pembinaan harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan,” tambahnya.
Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, turnamen ini juga menghadirkan semangat kebersamaan yang selaras dengan nilai-nilai Hari Lahir Pancasila. Sportivitas, persatuan, dan gotong royong tampak mewarnai jalannya pertandingan yang berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi, Ketua Caretaker PBVSI Kabupaten Kubu Raya H. Sahrudin turut menyerahkan langsung bonus kepada para pemenang. Penyerahan penghargaan tersebut mendapat sambutan meriah dari para atlet maupun masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan.
Melalui penyelenggaraan turnamen ini, PBVSI Kabupaten Kubu Raya berharap olahraga bola voli semakin berkembang di daerah. Tidak hanya melahirkan juara di tingkat lokal, tetapi juga mencetak atlet-atlet berkualitas yang mampu membawa nama Kubu Raya dan Kalimantan Barat bersaing di tingkat yang lebih tinggi.



