Dari Karhutla ke Banjir, BPBD Kalbar Mulai Siapkan Penanganan Bencana Hidrometeorologi
Pontianak, Borneobarat.com, – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mulai mempersiapkan langkah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.
Plt Kepala BPBD Kalbar Ridwan mengatakan, langkah antisipasi tersebut dilakukan di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di sejumlah lokasi.
“Berdasarkan informasi BMKG, mulai pertengahan Oktober kita akan menghadapi curah hujan yang cukup tinggi dan puncak hujan diperkirakan mulai terjadi pada periode berikutnya,” kata Ridwan, Senin (5/10/2026).
Menurut Ridwan, perubahan kondisi cuaca tersebut perlu diantisipasi sejak dini karena berpotensi memunculkan sejumlah bencana hidrometeorologi.
Beberapa ancaman yang menjadi perhatian, di antaranya banjir, tanah longsor, serta angin kencang atau puting beliung.
“Karena itu, kita mulai melakukan antisipasi secara dini. Potensi banjir, tanah longsor maupun puting beliung harus kita siapkan penanganannya sejak sekarang,” ujarnya.
Ridwan menjelaskan, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana tersebut akan dilakukan dengan memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG. Pemerintah daerah dan unsur penanganan bencana juga perlu memastikan kesiapan menghadapi perubahan kondisi di lapangan.
Meski mulai mengantisipasi musim hujan, penanganan karhutla tetap berjalan. Satgas darat masih melakukan pemeriksaan lapangan atau ground check, pemadaman, serta pendinginan terhadap lokasi yang masih ditemukan terbakar.
“Kami berkolaborasi dengan BPBD kabupaten/kota, Manggala Agni, Polda, Kodam dan pihak terkait lainnya. Tim di lapangan terus melakukan ground check, pemadaman dan pendinginan,” ungkapnya.
Penanganan karhutla tersebut dilakukan untuk memastikan titik api yang masih ditemukan dapat segera ditangani sekaligus mencegah kebakaran kembali meluas.
Dengan kondisi cuaca yang mulai berubah, BPBD Kalbar kini menjalankan dua langkah secara bersamaan, yakni menyelesaikan penanganan karhutla yang masih ditemukan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.



