Zulhas Pastikan Stok Pupuk Aman dan Harga Gabah Petani Kalbar Terjaga

Dok. Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia (RI)

‎KUBU RAYA, – Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, melakukan kunjungan ke Kubu Raya Kalimantan Barat, untuk menghadiri Rembuk Tani 2026. Dalam kegiatan ini, Zulhas memastikan ketersediaan pupuk dan gabah petani tetap terjaga.

Pada kegiatan ini, pemerintah juga menyerahkan bantuan pupuk non-subsidi sebanyak 3 ton kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kalimantan Barat.

‎Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah perwakilan kelompok tani dari berbagai daerah khusunya yang ada di Kalimantan Barat.

‎Menko, Zulkifli menjelaskan bahwa, dirinya mendapat tugas langsung dari Presiden untuk terus memantau kondisi petani di lapangan, terutama terkait ketersediaan pupuk dan harga hasil panen.

” Saya datang karena perintah Pak Presiden. Dalam seminggu tiga hari saya turun ke lapangan untuk memastikan pupuk tersedia atau tidak,” kata Zulhas kepada petani pada Jum’at (05/06/2026).

‎Ia juga menyampaikan bahwa, sampau saat ini, stok pupuk nasional dalam kondisi aman. Dari total kebutuhan yang telah tersalurkan sekitar 4 juta ton, pemerintah masih memiliki cadangan lebih dari 10 juta ton.

‎”Stok masih ada 10 juta ton lebih, jadi aman dan terus berjalan,” ujarnya.

Zulhas menyebut kebijakan tersebut menjadi bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani di tengah situasi global yang tidak menentu.

‎Tak hanya itu, ia juga memastikan stok tersedia, bahkan pemerintah juga memberikan diskon harga pupuk hingga 20 persen.

‎” Kita tahu kondisi dunia sedang tidak mudah. Banyak persoalan geopolitik dan perang di berbagai wilayah. Tapi perintah Bapak Presiden jelas, petani Indonesia harus diamankan,” tegasnya.

‎Selain pupuk, pemerintah juga menjamin harga gabah petani tidak jatuh. Zulhas menegaskan harga gabah harus berada di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah.

‎”Perintah Bapak Presiden, harga gabah tidak boleh di bawah Rp 6.500 per kilogram. Tadi saya dengar di sini sudah Rp 7.000,” katanya.

‎Ia bahkan memastikan pemerintah melalui Perum Bulog akan menyerap gabah petani apabila harga di lapangan turun.

‎”Kalau ada harga gabah di bawah Rp 7.000, nanti Bulog yang membeli dengan harga Rp 7.000. Jadi petani tidak perlu khawatir,” ujarnya.

‎Menurut Zulhas, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mencegah mereka terus mengalami kerugian.

‎” Kita ingin mengubah nasib petani. Jangan sampai petani berubah menjadi buruh tani karena terus rugi. Petani harus sejahtera karena mereka yang memproduksi pangan yang kita makan setiap hari,” pungkasnya.

‎Dalam kunjungan tersebut, Zulhas menyimpulkan kondisi pertanian di Kalimantan Barat relatif aman dengan ketersediaan pupuk yang mencukupi, harga pupuk yang masih mendapat diskon, serta jaminan harga gabah bagi petani.

Iklan